Tirto Adhi Suryo dan Hubungan Dengan Bupati Bojonegoro Abad 18




Oleh: Moch. Khusnul fiton

                           
          Dalam karya ini fokus mencari bukti tentang hubungan sosok bapak pers nasional sekaligus tokoh pengerak bangsa pada era abad peralihan  dari abad 18 ke abad 19 yaitu Tirto Adhi Suryo dengan Bupati Bojonegoro. Dalam karya ini masih banyak kelemahan dari segi data, penyusunan, hingga penulisan. Diharap bagi pembaca agar mencari pembanding dari artikel ini, penulis sadar banyak kekurangan dalam karya ini. Termasuk sumber data dari masa kecil tirto silsilah keluarganya hingga hubunganya dengan kabupaten Bojonegoro. Saran dan kritik yang membangun diharapkan penulis.

Bojonegoro, 2 september 2019


TENTANG PRAMOEDYA ANANTA TOER

Pramoedya sang penulis Tetralogi BURU merupakan karya materpeace diantaranya ‘bumi manusia, anak semua bangsa, jejak langkah, rumah kaca.’ Banyak Karya sastrawan luar biasa pramoedya ananta toer  yang mendapat pengakuan dari dunia. Pramoedya lah yang menemukan sosok pahlawan Tirto Adhi Suryo dalam sejarah setelah bertahun-tahun dia di lupakan atas perjuanganya melawan penjajah melalui goresan penanya yang tajam. Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung Pulau Jawa, sebagai anak sulung dalam keluarganya. 

Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya. Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia

SOSOK MINKE DALAM KARYA PRAMOEDYA

          Karya berjudul bumi manusia telah di film kan hanung bramantyo dan rilis pada tanggal 15 agustus 2019. Hingga awal september telah tembus 1 juta penonton. Ada banyak hal yang menarik dalam film tersebut film yang berdurasi lebih dari 3 jam tersebut menguras batin dan emosi penonton. Hal yang menarik bagi para anak muda yang tak pernah mengenal pramoedya ananta toer dan juga karya-karya nya yang cukup banyak salah satunya adalah bumi maniusia yang kalau di baca ada lebih dari 500 halaman dan telah di terjemahkan lebih dari 33 bahasa. Terbit pada tahun 1980 buku tersebut sempat dilarang beredar pada masa orde baru.

          Buku yang menceritakan bergulatan dan kondisi bangsa kita bangsa indonesia yang waktu itu masih bernama hindia-belanda pada akhir abad ke 18- bagaimana kisah kehidupan dari para pahlawan kita faunding father bangsa indonesia. Sosok minke after igo dari Raden Mas Tirto Adhi Suryo atau di singkat TAS merupakan tokoh sentral dalam tetralogi BURU karya Pramoedya Raden Mas Tirto yang dalam dunia jurnalistrik merupakan sosok sang pemula yaitu pemerkasa media koran pribumi dengan koran nya yang bernama Medan Prijaji. Raden mas tirto adhi adhi suryo lahir di blora pada tahun 1875 dan meninggal pada tahun 1917 dalam beberapa artikel dan buku menyebutkan bahwa raden mas tirto adhi suryo merupakan anak bupati Bojonegoro. 

Dalam buku berjudul ‘SANG PEMULA’ karya pramoedya ananta toer  buku yang menceritakan tentang awal mula pers di indonesia menunjukan bahwa tirto adhi suryo merupakan anak bupati bojonegoro. Tertulis di syair priatman pada 24 agustus 1962 yang pernah di umumkan dalam buku indonesia dalam sejarah, syair yang berjudul,‘’di indonesia 1875-1917 dalam lentera’’.

Raden mas tirtoadhisuryo
Nama kecilnya djokomono
Keturunan tirtonoto
Bupati bodjonegoro
          Peladjar stovia di djakarta
          Penulis pembela bangsa
          Membasmi sifat pendjajah belanda
          Dengan tulisan yang sangat tadjam penanja
Membuka sejarah djurnalistika
‘’medan prijaji’ warta harianya
‘’soelah keadilan’’ dan ‘’poetri hindia’’
Ada dalam pegangan redaksinya
          Tiap perbuatan dari pendjajah
          Yang akan membuat lemah
          Terhadap nusa dan banmgsa kita
          Diserang dan dibasmi dengan sendjata pena
Akibat dari sangat tajamnya senjata penanja
Pendjajah dengan kekuasaanja
Mendjatuhkan hukumandja
Marhum tirtodisuryo diasingkan dari tempat kediamanya
          Lampung adalah tempat tujuannya
          Setibanya di pengasingan terus berjuang
          Tak ada tempo yang terulang
          Untuk membela nusa dan bangsanja
Pelopor djurnalistik indonesia
Tahun 1875 adalah tahun lahirnya
Pada tahun 1917 adalah wafatnya
Mangadua di djakarta beliau dimakamkanja.

          Syair tersebut mengisahkan kisah hidup perjalanan sosok bapak pers nasional tirto adhi suryo yang merupakan anak bupati bojonegoro yang diasingkan serta wafatnya yang di makamkan di mangga dua jakrta. Syair- tersebut terdapat pada ‘Hal. 3 dalam buku Sang Pemula karya Pramoedya ananta toer’.

KISAH HIDUP TIRTO ADHI SURYO

Terdapat perselisihan dalam tahun lahir dan meninggalnya sosok tirto adhi suryo, dalam banyak hal sosok tirto memang lebih dikenal sebagai seoranng raden mas dan memiliki daya kritis yang tinggi terhadap kaum pendjajajah. beda dengan yang lain dalam kisah hidupnya dia lebih sering melawan penjajah melalui tulisan-tulisannya yang di muat dalam surat kabar pada awal abad ke 19 dan masa hidupnya juga banyak digunakan dalam melawan penjajah melalui oirganisasi-organisasi. Budi utomo, sarekat priyayi, sarekat dagang islam, sarekat islam merupakan beberapara organisasi yang pernah di ikutinya. Tirto juga lebih dikenal sebagai anak keturunan bupati Bodjonegoro.

Dalam artikel Historia.id dengan judul membedah silsilah tirto adhi suerjo yang di tulis oleh Randi Wirayudha dijelaskan bahwa tirto atau TAS merupakan keturunan bupati bojonegoro. Dalam artikel tersebut  Okky salah satu cicit dari garis silsilah istri pertama Tirto Adhi Soerjo. Yang dimaksud istri pertama Tirto bukan Siti Habibah, putri Bupati Cianjur R.A.A. Prawiradiredja. Melainkan seorang bangsawan Sunda lainnya, Raden Siti Suhaerah. Ia jadi yang pertama dinikahi Tirto sebelum ia memperistri Siti Habibah dan Fatima, putri Sultan Bacan (1862-1889) Muhammad Sadik Syah. Oky menceritakan silsilah kakek buyutnya.

Tirto lahir dengan nama Raden Mas Djokomono di Blora. Ia anak kesembilan dari 11 bersaudara. Ayahnya, Raden Ngabehi Hadji Moehammad Chan (EYD: Khan) Tirtodhipoero. Saat Tirto lahir ia masih berkarier sebagai pegawai kantor pajak, di mana kelak ia juga akan jadi bupati. Sebagaimana diuraikan di atas, sampai kini belum diketahui siapa nama ibunya.

      Hanya diketahui kemudian ia berganti nama sejak masa muda, di mana lazim dilakukan priyayi zaman itu menjadi RM Tirto Adhi Soerjo. Sisanya, riwayatnya hanya diketahui ia merupakan cucu Raden Mas Tumenggung Tirtonoto, Bupati Rajegwesi, Karesidenan Rembang. Sebelum 1827, Rajegwesi merupakan sebutan Bojonegoro.

       Ia juga diketahui sangat dekat dengan neneknya, Raden Ayu Tirtonoto yang masih keturunan (cucu) Mangkunegara I alias Pangeran Sambernyawa. Masa belia dihabiskan Tirto bak nomaden. Mulanya ia diasuh neneknya semasa bersekolah di ELS (Europeesche Lagere School) di Bojonegoro. Lantas sepeninggal sang nenek, Tirto ikut sepupunya, RMA Brotodiningrat ke Madiun.

          Tentang sosok tirto yang merupakan keturunan Bupati bojonegoro juga di perkuat melalui buku ‘sang pemula’ karya pramoedya ananta toer pada hlm. 9 tentang keluarga tirto adhi suryo. Dalam buku tersebut disebutkan dalam oto-biografinya tentang kisah masa kecil tirto samar-samar tidak banyak orang tahu begitu juga tentang sosok ibunya. Yang sering berkali-kali disebut dimasa hidupnya adalah kekagumanya dengang sosok kakek neneknya. Tirto merupakan cucu dari Raden Mas Tumenggung Tirtonoto, Bupati Bojonegoro, yang sebelum tahun 1827 masih bernama Rajegwesi, karisidenan rembang pada masanya. Raden Mas Tumenggung Tirtonoto kakek Tirto adhi Suryo merupakan bupati bojonegoro ke 18 dalam masa jabatannya rentan tahun 1878-1888.

          Dalam artikel Tirto.id media yang terinspirasi dari sosok pahlawan pers Tirto Adhi Suryo. Artikel yang berjudul ‘sejarah tirtho adhi suryo, sang pemula, pers bumi putra’ karya Iswara N Raditya yang terbit pada 7 desember 2018 di media Tirto.id

Menceritakan bahwa Gelar raden mas menandakan bahwa Djokomono adalah putra atau cucu bupati dan masih terhitung keturunan raja-raja di Jawa. Kakeknya, R.M.T. Tirtonoto, menjabat Bupati Bojonegoro dan penerima Ridder Nederlandsche Leeuw, bintang tertinggi sipil dari Kerajaan Belanda. Sedangkan dari pihak nenek, ia mewarisi darah Mangkunegara I alias Pangeran Sambernyawa dari Surakarta.


‘Tertulis nama kakek tirto pada Gambar di dinding pendopo malowopati bojonegoro bagian belakang’

Djokomono hanya beberapa tahun saja tinggal bersama ayah-ibunya di Blora. Masa kecilnya lebih banyak dihabiskan dengan kerabatnya yang lain. Ia pernah tinggal bersama kakek-neneknya di Bojonegoro; sepupunya, R.M.A. Brotodiningrat (Bupati Madiun); hingga kakaknya, Jaksa Kepala di Rembang, Raden Mas Tirto Adhi Koesoemo.


KESIMPULAN

Sosok Minke yang ramai di perbincangkan banyak orang, merupakan sebab tayangnya film bejudul BUMI MANUSIA yang merupakan adopsi dari salah satu buku dari karya sastrawan luar biasa kelahiran blora yaitu pramoedya ananta toer. Sosok minke tidak lain merupakan perumpamaan dari pahlawan sekaligus bapak bangsa indonesia yang bernama Raden Mas Tirto Adhi Suryo yang lahir di blora jawa tengah, yang merupakan cucu dari Bupati Bojonegoro ke 18 R.M.T Tirtonoto 1878-1888. 

Terkait sosok ayah Tirto bernama Raden Ngabehi Muhammad Chand yang merupakan bupati bojonegoro seperti halnya dalam film bumi manusia penulis belum mendapatkan bukti yang akurat. Melainkan dari berbagai sumber yang penulis baca bahwa sosok Tirto dalam garis keturunan dikenal murapakan cucu dari bupati bojonegoro ke-18 yang merupakan bupati yang mendaptkan penghargaan bintang tertinggi sipil dari kerajaan belanda.

Sosok tirto juga dikenal sangat dekat serta mengagumi dan menghormati kakek-neneknya, dimasa kecilnya dia di asuh nenek dan kakeknya hingga bersekolah di ELS Europeesche Lagrere School setara dengan pendidikan Sekolah Dasar SD di Bojonegoro, artinya Tirto semasa SD sosok tirto bersekolah di Bojonegoro.

          Dalam kisah hidup tirto bisa menginspirasi anak muda era sekarang bahwa sosok pahlawan itu bukan hanya yang memagang senjata melainkan mereka yang mampu merdeka dengan dirinya sendiri dengan kemampuanya sendiri dengan menulis beliau melawan penjajah. Dengan pendidikan, organisasi, keyakinan bahwa bangsa kita setara dengan bangsa di belahan bumi manapun tirto melawan para penjajah.

 Referensi:
Sang Pemula, Pramoedya Toer. Hasta Mitra, jakarta, 1985.


Tirto Adhi Suryo dan Hubungan Dengan Bupati Bojonegoro Abad 18 Tirto Adhi Suryo dan Hubungan Dengan Bupati Bojonegoro Abad 18 Reviewed by Admin on Desember 15, 2019 Rating: 5

1 komentar:

Subscribe Us

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.